PENULIS : Agnes Jessica
PENERBIT : Vania Books
TEBAL : 222 Halaman
êê
SINOPSIS :
Ditemukan di sebuah tempat sampah ketika ia masih bayi, Bunga dibesarkan oleh seorang pemulung juga di lingkungan pemulung. Sampai usianya menginjak 19, ia tidak pernah mengenal dan belum pernah mengecap kasih sayang dari orang tua kandungnya. Benaknya pun dipenuhi berbagai pertanyaan siapa, mengapa dan dimana orang tua dan keluarganya.
Bunga sering mengisi waktunya dengan duduk-duduk memandangi dan mengagumi seorang pria gedongan, yang kemudian diketahuinya bernama Ardi. Tanpa disangkanya, Ardi mengajaknya menikah dan tentu saja ia menerimanya dengan senang hati. Tentu saja ia lebih memilih menikah dengan Ardi yang tampan dibandingkan menjadi istri keenam Pak Udin yang tua itu.
Pernikahannya ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Mertua dan saudara-saudara iparnya membencinya dan selalu memandangnya rendah. Suaminya pun seperti tidak menganggapnya ada, belakangan ia mengetahui bahwa Ardi menikahinya bukan karena cinta tapi karena ada maksud lain. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.
Kejadian yang tak disangkanya terjadi, Ia dipertemukan dengan kakeknya dan hidupnya berubah 180 derajat. Bunga yang tadinya gadis pemulung yang polos, kumal dan bodoh berubah menjadi Diana yang terpelajar, modis, kaya dan cerdas. Nasib ternyata masih kembali mempertemukannya dengan Ardi yang kemudian menjadi rekan kerjanya.
Novel ini adalah buku pertama karangan Agnes Jessica. Alur ceritanya persis kisah-kisah sinetron FTV. Beberapa kejadian terkesan "sinetron banget" seperti yang dulunya miskin dan nggak dianggap tiba-tiba jadi orang kaya yang keren dan pintar, kemudian tokoh-tokoh antagonis yang tak berperasaan dan lebih banyak ditemukan di sinetron ketimbang dalam kehidupan nyata. Mungkin juga sudah pernah di film kan, hanya saja gw jarang banget nonton TV apalagi sinetron. Seperti kebanyakan novel-novel Agnes Jessica, novel ini temanya masih romansa percintaan yang kompleks dengan berbagai konflik keluarga dan lainnya. Endingnya pun masih seperti biasa "happy ending" tapi mudah ditebak. Untuk selera gw, novel ini boleh dapat nilai 6. Cukup menarik sih untuk ngisi waktu luang tapi penggunaan bahasanya gw kurang suka, gimana gitu ya... hehehe... tapi ya selera orang kan beda-beda... Lagian ini kayaknya termasuk novel-novel lama Agnes Jessica, kalo liat novel-novel nya yang sekarang sepertinya tata bahasanya lebih menarik kok ketimbang yang dulu.

Aq berharap banget bisa baca ini pakai pdf 😢
ReplyDelete